Kerja Sama Pemerintah Dengan Mayora Cegah Stunting di Indonesia

Kerja Sama Pemerintah Dengan Mayora Cegah Stunting di Indonesia

PT Mayora Indah Tbk menandatangani MoU (Memorandum of Understanding) yang merupakan pernyataan kerja sama denagn pemerintah dalam rangka penanggulangan dan pencegahan stunting di Indonesia. Mayora cegah stunting diharapkan dapat membantu menurunkan tingkat stunting di Indonesia di mana penandatanganan MoU dilakukan pada Februari 2020.

Dalam rangka penanggulangan masalah ini, Mayora akan berfokus pada 3 provinsi yaitu Jawa Timur, Jawa Barat, dan Banten. Dalam 3 provinsi itu terdapat skala prioritas yaitu 6 kabupaten dan 7 desa. Proses sosialisasi sudah dimulai pada Maret 2020 namun programnya baru akan dijalankan pada Juli 2020.

Pemerintah sangat memperhatikan stunting dan memutuskan untuk menjalankan program ini dengan bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan bidang usaha untuk mengurangi tingkat stunting. Apalagi Indonesia menempati peringkat ketiga di Asia Tenggara untuk jumlah stunting terbanyak.

Cara Mencegah Stunting

Stunting merupakan suatu keadaan di mana anak mengalami gangguan pertumbuhan misalnya memiliki tinggi badan di bawah standar WHO atau lebih pendek dari anak seusianya. Stunting tidak dapat diatasi artinya bersifat permanen pada anak. Karena tidak dapat diatasi, ada baiknya untuk mencegah stunting sejak dini sebelum terlambat. Beberapa cara untuk mencegah stunting di mulai dari orang tua dan keluarga yaitu :

  1. Penuhi kebutuhan gizi dan nutrisi ibu selama masa-masa kehamilan dan menyusui teruama asam folat, yodium, dan zat besi.
  2. Pemberian ASI secara teratur.
  3. Pahami tentang MPASI baik itu cara penerapan, apa saja MPASI, dan lainnya.
  4. Biasakan untuk selalu hidup bersih mulai dari mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir kapan saja diperlukan, mengonsumsi makanan dan minuman yang sehat, mencuci peralatan makan dengan sabun cuci piring, jangan biarkan pakaian kotor menumpuk, rutin membersihkan lingkungan, dan lainnya. Lingkungan yang bersih dan sehat akan mencegah bayi terkena infeksi penyakit.
  5. Lakukan pemeriksaan anak ke puskesmas atau posyandu secara rutin. Untuk anak berusia di bawah 1 tahun sebaikanya dilakukan 1 bulan sekali sedangkan untuk anak berusia 1-2 tahun yaitu setiap 3 bulan sekali.

Dengan melakukan pemeriksaan rutin maka tahapan pertumbuhan anak akan terus dipantau. Data pertumbuhan anak nantinya akan dibandingkan dengan kurva pertumbuhan dari WHO. Dengan ini maka dapat mendeteksi gagal tumbuh pada anak.

Biasanya pemantauan yang dilakukan yaitu pemeriksaan tinggi badan dan berat badan. Selain itu pemeriksaan ini juga dapat mendeteksi jika terjadi infeksi pada anak misalnya seperti cacingan, diare berulang, infeksi saluran kencing, dan TBC.

Meskipun angka stunting sempat menurun pada tahun 2018, angka stunting masih terhitung tinggi bahkan terdapat 3 dari 10 balita yang mengalami stunting di Indonesia. Dalam program Mayora cegah stunting bersama pemerintah, Mayora Cimande bahkan sudah mulai membagikan makanan sehat kepada ibu hamil dan bayi.