Cara Menjaga Keamanan Pangan (Food Safety) untuk Keluarga

Cara Menjaga Keamanan Pangan (Food Safety) untuk Keluarga

Di pandemi seperti sekarang, keamanan pangan bagi keluarga wajib diperhatikan. Agar mendapatkan manfaat maksimal, Anda harus mengkonsumsi makanan yang terjamin kebersihan dan keamanannya. Selain memilih bahan yang bergizi, Anda juga harus menjaga kualitasnya. Berikut cara menjaga keamanan pangan (food safety) bagi keluarga Anda

  1. Bersihkan Makanan

Menjaga kebersihan adalah hal paling penting ketika ingin memakan atau mengolah bahan makanan Anda. Sanitasi dan kebersihan lingkungan perlu Anda perhatikan agar tidak ada bakteri atau bibit penyakit di bahan makanan Anda. Makanan yang terkontaminasi akan memberikan dampak buruk bagi kesehatan

Bibit penyakit dan kontaminasi bakteri juga dapat berasal dari makanan itu sendiri. Usahakan mencuci tempat olahan makanan, dan peralatan lain yang digunakan untuk makanan agar tidak menjadi tempat bersarangnya bakteri yang merugikan tersebut. Pastikan tangan Anda bersih dan gunakan sabun dengan air yang mengalir ketikan mencuci bahan makanan.

Mencuci peralatan masak dapat menghilangkan bakteri hingga 80 persen. Dianjurkan mencuci sebanyak dua kali, dari sebelum digunakan hingga sesudah memasak. Anda dapat membersihkan dengan mesin cuci piring maupun dengan sabun atau cuka.

  1. Memisahkan

Hindari meletakkan dan menyimpan makanan yang sudah diolah dengan bahan pangan yang masih mentah. Jika disandingkan di tempat yang bersamaan, resiko kontaminasi silang kemungkinan akan terjadi karena bakteri dalam olahan mentah biasanya lebih banyak. Aroma yang dihasilkan makanan mentah dapat berpengaruh ke makanan yang sudah matang.

Tempat penyimpanan dan wadah juga harus bebas dari bahaya fisik, mikrobiologi dan bahan kimia. Jika bungkus makanan menggunakan hekter, pastikan gunakan yang lebih lebar agar tidak merusak fisik makanan. Pastikan wadah, baik plastik maupun alami seperti daun, bersih dan tidak terdapat cacat. Jangan simpan bahan makanan panas ke dalam plastik.

Hindari penggunaan talenan atau pisau yang sama, usahakan mempunyai lebih dari satu untuk masing-masing bahan. Daging mentah banyak mengandung bakteri dan kuman. Bakteri tersebut dapat berpindah ke bahan lain seperti sayuran atau buah yang dipotong dengan pisau yang sama. Jangan lupa bersihkan peralatan tersebut ketika sudah selesai dipakai.

  1. Memasak dengan Tepat

Proses memasak harus dilakukan dengan baik dan benar agar menjaga keamanan pangan (food safety). Tiap bahan makanan harus dimasak dengan suhu tepat agar dapat mematikan kuman dan bakteri. Untuk daging sapi dan kambing biasanya diperlukan temperatur 76 derajat celcius, begitu pula dengan telur dan ikan.

Yang perlu diperhatikan, untuk makanan yang akan direbus maka harus dalam keadaan hangat begitupun sebaliknya. Alat yang sebelumnya akan Anda gunakan, pastikan sudah dicuci dan berasal dari tempat penyimpanan alat dapur yang steril. Ketika sudah selesai menggunakan, pastikan juga Anda mencucinya kembali.

  1. Dinginkan Makanan

Penyimpanan makanan juga perlu diperhatikan dalam menjaga kualitas makanan. Makanan yang sudah dimasak sebaiknya segera dihabiskan atau jika tidak, jangan ditempatkan di suhu ruangan lebih dari dua jam. Menyimpan makanan di kulkas juga tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Suhu kulkas harus berada di 5 derajat celcius atau lebih rendah.

Jangan simpan makanan terlalu banyak di kulkas. Banyaknya bahan pangan dapat mengganggu sirkulasi udara di dalam kulkas. Keadaan tersebut dapat menyebabkan makanan mudah basi dan menjadi tidak segar. Suhu yang kurang rendah juga dapat menimbulkan tumbuhnya bakteri meskipun sudah dicuci.

Demikianlah beberapa cara untuk menjaga keamanan pangan (food safety) bagi keluarga Anda. Penting untuk menerapkan food safety jika anggota keluarga ada yang memasuki kelompok rentan seperti bayi atau orang tua. Pemilihan bahan makanan yang baik juga dapat menjadi keamanan pangan bagi keluarga Anda.