Berita Sepakbola Indonesia: Alasan Menurunnya Performa Tira Persikabo

Berita Sepakbola Indonesia: Alasan Menurunnya Performa Tira Persikabo

Pelatih Tira Persikabo Rahmad Darmawan mengungkapkan awal mula performa menurun timnya dalam beberapa laga terakhir. Jelang laga melawan Persela Lamongan akhir Agustus lalu (25/8/2019), Laskar Padjajaran harus kehilangan sampai 12 pemain. Dilansir di Bola Nusantara.

“Diawali dulu pasca kami harus kehilangan banyak sekali pemain dalam sebuah sesi latihan. Dan dalam dua pertandingan jelang menghadapi Lamongan kehabisan banyak pemain,” ungkap pelatih yang akrab disapa RD itu sesuai timnya menerima kekalahan 0-3 dari Persipura Jayapura (2/10/2019) di Stadion Gelora Delta Sidoarjo.

“Karena ada beberapa kegiatan yang diikuti oleh pemain dan programnya berbeda dengan kami. Kami latihan biasa sudah mulai intensitas sedang, di satu sisi pemain ikut latihan dengan intensitas tinggi dua kali latihan sehari. Bayangkan ada 12 pemain ketika itu,” keluh RD.

Sayang, RD tak menjelaskan lebih lanjut kegiatan apa yang diikuti mayoritas pemain Tira Persikabo itu. Yang jelas, laga melawan Persela memang menjadi titik balik performa Tira Persikabo.

Setelah kalah telak 1-6 di Stadion Surajaya Lamongan, Tira Persikabo tak mampu lagi meraih kemenangan dalam 6 laga selanjutnya. Louis Parfait dkk hanya mampu meraih 4 hasil imbang dan 2 kali kekalahan.

Padahal di awal musim Tira Persikabo mencatatkan rekor 13 laga tak terkalahkan. Mereka mampu memetik 8 kali kemenangan dan 5 hasil imbang dalam 13 laga tersebut.

“Jadi sampai hari ini jujur kami belum kembali menemukan performa. Tapi saya akan terus mencoba, karena sebetulnya ada satu-dua pertandingan kami bisa menang. Contoh ketika kami main lawan Badak Lampung lawan Persib, kami main tidak bagus tetapi memang ada beberapa pertandingan kami tidak beruntung,” ungkap RD.

Beruntung bagi Tira Persikabo mereka masih berada di posisi kedua klasemen sementara Liga 1. Tapi jarak poin dengan tim-tim di bawahnya semakin dekat. Bahkan, Tira Persikabo rawan tergusur karena memiliki jumlah pertandingan lebih banyak dari Madura United, Borneo FC, Arema FC dan Persipura.