3 Penyebab Bayi Jarang Pipis yang Wajib Diwaspadai

3 Penyebab Bayi Jarang Pipis yang Wajib Diwaspadai

Sejak bayi lahir ke dunia dan berumur minimal 5 hari, intensitas bayi buang air kecil lebih sering sekitar 8-12 kali sehari. Tentu setiap bayi memiliki intensitas yang berbeda tergantung dengan jumlah ASI yang dikonsumsi, berat badan dan usia. Anda bisa menggunakan popok Drypers untuk bayi yang baru lahir dan rajin melakukan penggantian popok setidaknya 1-2 jam sekali. Pasalnya, popok yang kotor bisa mengakibatkan bayi alami masalah kesehatan kulit. Namun, bagaimana bila bayi Anda jarang pipis?

Penyebab Bayi Susah BAK

Bayi bisa menampung urine hingga 30-40 mililiter di dalam kandung kemihnya. Tentu bayi akan pipis lebih sering saat ia terlalu lama menyusu pada sang ibu. Apabila bayi jarang pipis atau popok tidak basah selama seharian, Anda harus segera melakukan pemeriksaan kesehatan. Bisa saja masalah bayi yang tidak pipis akan berdampak buruk bagi kesehatan si kecil. Berikut 3 penyebab bayi yang mungkin susah pipis yang harus Anda waspadai.

  1. Bayi alami dehidrasi

Jika bayi jarang menyusu, sebaiknya Anda perlu khawatir dengan kesehatan si kecil. Bayi yang berusia kurang dari 6 bulan wajib mengkonsumsi ASI dengan baik. Ibu harus rajin memberikan ASI pada bayi saat malam hari dengan membuat alarm khusus. Jika bayi mengalami dehidrasi, ciri utama yang muncul adalah ia jarang pipis.

Frekuensi pipis yang berkurang disertai dengan mengantuk, tidur bayi lebih lama, malas bermain atau tertawa, wajah dan bibir terlihat kering, mata terlihat cekung, menangis tanpa air mata hingga  bayi mengalami demam, diare, muntah, dan muntaber. Segera perbanyak konsumsi cairan, misalnya ASI pada bayi usia 0-24 bulan lebih intens.

  1. Gangguan saluran kemih

Keluhan bayi yang jarang pipis bisa dikarenakan terjadi masalah kesehatan pada saluran kemih. Bayi akan mengalami gejala yang serius seperti demam, pipis dalam jumlah sedikit-sedikit, rewel, malas makan, lemas, dan urine terlihat lebih kental serta hitam atau gelap. Sebaiknya Anda segera melakukan pemeriksaan kesehatan ke dokter agar bisa melakukan penanganan lebih lanjut.

Agar tidak terjadi masalah saluran kemih pada bayi, pastikan Anda menjaga kebersihan dan kesehatan organ vital si kecil. Popok Drypers yang digunakan harus terbuat dari bahan yang lembut dan rajin melakukan penggantian dalam rentang waktu lebih sering.

  1. Gangguan pada ginja

Masalah kesehatan ginjal si kecil bisa menjadi penyebab intensitas pipis berkurang. Gangguan fungsi ginjal bisa disebabkan oleh kelainan genetik, cacat lahir, ISK yang berkembang lebih parah, cedera, dan penyakit serius yang lain. Penanganan lebih lanjut harus segera dilakukan guna mencegah risiko kesehatan yang lebih buruk.

Beberapa penyebab bayi jarang pipis di atas harus Anda waspadai agar bisa memastikan si kecil sehat. Kesehatan si kecil harus diperhatikan agar Anda bisa memastikan buah hati berkembang sempurna. Gunakan popok Drypers yang bersih dan lembut untuk buah hati kesayangan Anda, ya!